Keenan segera menarik tangan Aruna, membawanya menaiki tangga menuju kamar utama mereka. Begitu pintu kamar tertutup dan terkunci, Keenan menghempaskan Aruna ke pintu kamar.Ia mengurung tubuh Aruna dengan kedua lengannya. Napasnya memburu, matanya merah menatap wajah Aruna yang kelelahan."Keenan, lepaskan aku… Aku sangat lelah.." lirih Aruna.Tanpa peringatan, Keenan membungkam bibir Aruna dengan ciuman yang sangat kasar. Ini bukan ciuman cinta yang biasa, melainkan perpaduan antara nafsu yang tertahan, amarah yang membuncah, dan rasa ketakutan akan pengkhianatan. Keenan menghisap bibir Aruna hingga terasa perih, lidahnya memaksa masuk dengan dominasi yang luar biasa."Mmmphhh!" Aruna memukul dada Keenan, namun tenaga suaminya terlalu kuat.Keenan beralih ke leher Aruna. Ia menggigit kulit leher istrinya di tempat yang sama dengan tanda sebelumnya. “Ahhh! Pelan, Keenan... Sakit," desah Aruna yang mulai larut dalam sensasi menyakit
Read more