"Kamu selalu membuatku kehilangan kendali, Sayang," gumam Keenan parau. Ia menanggalkan kemeja hitamnya yang sudah compang-camping, memperlihatkan otot dadanya yang kokoh dan balutan perban di bahu yang mulai sedikit merembes darah.Aruna menatap suaminya dengan luapan hasrat. Tangannya meraih tengkuk Keenan, menariknya kembali untuk ciuman yang lebih dalam. Tangannya meraba punggung Keenan, merasakan otot-otot yang tegang karena emosi.Aruna memberanikan diri, tangannya turun ke bawah, menyentuh 'naga' milik Keenan yang sudah menegang sempurna di balik celana kainnya. Sentuhan itu membuat Keenan menggeram keras, sebuah suara bariton yang sangat seksi di telinga Aruna."Ssshhh.. Sayang, kamu ingin bermain, hmm?" Keenan tersenyum miring, sebuah senyum predator yang selalu Aruna rindukan.Dengan gerakan cepat, Keenan menanggalkan sisa pakaian mereka. Tanpa menunda terlalu lama, ia kembali mencium Aruna, kali ini lebih lembut namun tetap intens. Tangannya mengusap paha bagian dalam A
Read more