Beberapa minggu setelah badai konferensi pers itu mereda, dunia terasa sedikit lebih sunyi. Label "skandal" yang dulu menghiasi tajuk utama perlahan berganti menjadi narasi tentang pengorbanan dan kesetiaan. Namun, di dalam dinding rumah lama kami yang tenang, perjuangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Pagi ini, sinar matahari Los Angeles menerobos masuk melalui celah gorden kamar, menyinari lantai kayu yang hangat. Aku terbangun oleh suara tawa kecil dari arah ruang tengah—suara Kimberley. Itu adalah melodi favoritku, sebuah pengingat bahwa di tengah kekacauan ingatan Nickollas, ada satu malaikat kecil yang tidak pernah menyerah pada ayahnya. Aku bangkit perlahan, mengusap perutku yang kini semakin kentara. Bayi ini seolah bisa merasakan kedamaian yang mulai merayap di rumah ini. Saat aku melangkah ke ruang tengah, pemandangan di depanku membuat langkahku terhenti. Nickollas duduk di dekat jendela besar. Di pangkuannya, Kimberley sedang asyik menunjukkan buku gambar baru
Last Updated : 2026-04-13 Read more