Beberapa hari setelah peristiwa kelam di kamar mandi itu, Selena tidak pernah benar-benar pulih. Ia seperti raga yang kehilangan nyawanya, wajahnya yang dulu berseri kini sepucat kertas, dan matanya cekung tanpa cahaya. Ia menolak makan, dan setiap kali mencoba berdiri, dunianya berputar hingga ia kembali tumbang. Puncaknya adalah saat Edward menemukannya pingsan di lantai kamar dengan tubuh yang menggigil hebat karena demam tinggi. Ketakutan atau mungkin rasa kepemilikan yang masih tersisa membuat Edward segera melarikan Selena ke rumah sakit terdekat. Setelah pemeriksaan intensif, seorang dokter keluar dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan. Ia menatap Edward, lalu menjabat tangannya dengan nada formal yang kaku. "Selamat, Tuan Collins. Istri Anda... maksud saya, Nona Selena tengah mengandung. Usia kehamilannya baru memasuki minggu-minggu awal," ujar dokter itu. Dunia seolah berhenti berputar bagi Edward. Jantungnya berdegup kencang, namun bukan oleh kebahagiaan. Sebu
Read more