Malam premier The Silent Queen di Teater TCL Chinese, Los Angeles, adalah lautan cahaya yang menyilaukan. Karpet merah membentang seperti lidah api, dan namaku, Selena Mclouis, terpampang dalam lampu neon raksasa yang mendominasi cakrawala Hollywood Boulevard.Biasanya, Nickollas akan berada di sampingku, tangannya yang posesif melingkar di pinggangku—sebuah klaim bisu kepada dunia bahwa akulah mahakaryanya. Namun malam ini, kursi di sebelah kananku di dalam limosin itu kosong. Hanya ada aroma parfum sandalwood yang tertinggal di ingatanku, bukan di kenyataan.Pintu limosin terbuka. Teriakan penggemar dan rentetan lampu flash menyambutku seperti gelombang pasang. Aku melangkah keluar dengan gaun couture berwarna perak metalik yang membalut tubuhku layaknya baju zirah.Raymond Luther sudah menungguku di ujung karpet. Wajahnya tegang, matanya terus memindai kerumunan."Dia tidak datang, Mr. Luther," bisikku saat kami berjalan berdampingan menuju area wawancara."Dia ada di sini, Se
Read more