"Cleo, bagaimana keadaanmu?" Tanya Hana sesaat setelah memasuki ruang VIP rumah sakit. Ia tidak langsung menghampiri ranjang, melainkan sibuk melepas kacamata hitamnya dan memeriksa ponsel. "Seperti yang Mama lihat," sahut Cleo datar tanpa menoleh. Ia menatap kosong ke arah langit-langit, sementara ibunya justru sibuk mengetik pesan dengan entah siapa, senyum kecil sesekali tersungging di bibir wanita itu. "Kalau begitu, Mama balik. Ada janji siang ini." "Hanya itu?" tanya Cleo, suaranya terdengar serak dan sangat lemah. Harapannya untuk melihat sedikit kecemasan di mata sang ibu sirna seketika. "Jangan berlebihan, Cleo. Kalau kamu masih punya tenaga untuk mendebat Mama, berarti keadaanmu baik-baik aja, kan? Ngga ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Hana santai. "Ma..." Hana menghela napas panjang, merasa terganggu. Ia meletakkan ponselnya di atas meja nakas, lalu duduk di kursi samping ranjang. Matanya menatap tubuh putranya yang penuh memar, namun anehnya, ia tidak meras
Read more