"Kak Safa?" Syifa mematung.Bagaimana bisa Deni tahu tentang kakaknya? Selama bertahun-tahun, Safa telah memutus hubungan dengan ia dan ibunya. Safa pergi karena malu memiliki ibu seorang ART, terlebih saat ia mulai mendekati kalangan pebisnis kaya. Bagi Safa, Syifa dan ibunya adalah masa lalu yang harus dikubur dalam-dalam demi ambisi sosialnya."Iya, Safa. Kamu nggak sedang pura-pura tidak kenal dia, kan?" tanya Deni serius.Syifa menoleh pada Sera yang tampak bingung. "Sera, kamu duluan saja. Aku ada urusan sebentar dengan Deni di belakang," ucap Syifa cepat.Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah menuju area taman belakang kampus yang sepi, diikuti Deni di belakangnya.Begitu sampai di tempat yang cukup tersembunyi, Syifa berbalik dengan tatapan menuntut. "Kenapa kamu bisa tahu tentang kakakku, Den? Kamu memata-matai keluargaku?""Bukan begitu, Syifa. Ini lebih rumit," Deni menghela napas, wajahnya tampak kalut. "Karna dia sudah mengganggu kehidupan kakakku dan istrinya. Hubunga
Read more