"Enggak, Bi," bohong Syifa cepat."Syifa..." Bi Sumi memanggil dengan nada tegas, namun penuh kelembutan. Tapi jika Syifa belum sanggup bicara, ia tidak akan memaksa."Biar Bibi gantikan tugasmu, ya. Kamu istirahat saja di kamar. Bersih-bersih yang lain, Bibi yang kerjakan.""Tapi, Bi...""Enggak apa-apa, ayo istirahat. Nanti kalau rasanya sudah mendingan, kamu baru ke sini lagi," bujuk Bi Sumi sambil menuntun Syifa menjauh dari dapur.Sepeninggal Syifa, Ismi yang baru datang kemarin ke rumah utama, mendekati bi Sumi."Aku yakin loh, Bi, kalau Syifa itu sudah 'dipakai' sama Tuan. Jalannya seperti itu, dan semalam pas mau ke kamar, aku lihat sendiri Tuan Zero keluar dari paviliun belakang," ucap Ismi dengan nada menghakimi yang kental."Kamu itu salah lihat kali, Ismi. Jangan menyebar fitnah, kamu itu baru di sini," tegur Bi Sumi ketus."Ya kan aku cuma tebak-tebak buah manggis, Bi. Biasanya yang jalannya seperti itu kan yang perawannya habis diambil paksa," sahut Ismi santai t
Leer más