"Syifa, kenapa kamu bisa ke sini dengan Tuan Besar? Kamu pulang awal kenapa? Ada masalah di kampus? Hari ini tidak kerja paruh waktu di resto, Nak?" Tanya ibunya. "Enggak, Bu. Tadi kebetulan bertemu Tuan di jalan," sahut Syifa pelan."Tapi kan kantor Tuan dan kampusmu beda arah?" Rokayah mengernyit, naluri ibunya menangkap sesuatu yang ganjil."Tuan punya banyak tempat pertemuan, Bu. Tadi kebetulan papasan waktu Tuan habis bertemu klien," bohong Syifa.Tidak mungkin ia menceritakan bahwa baru saja ia dilabrak oleh istri sah dari pria yang diganggu kakaknya, Safa."Oh, begitu. Ya sudah, Ibu mau siapkan makan siang dulu. Kamu sekalian makan di sini ya," tawar Rokayah.Syifa hanya mengangguk, lalu beranjak menuju dapur untuk membuatkan secangkir teh. "Tuan, ini tehnya," ucap Syifa, meletakkan cangkir porselen itu di atas meja kayu ek milik Dewangga.Dewangga hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. Namun, tepat saat Syifa hendak berbalik, suara berat itu m
Read more