"Saya bukan milik siapa pun, Tuan Muda!" bentak Syifa dari balkon lantai atas.Suara nya penuh penekanan, meyakinkan mereka, kalau dia bukan milik siapapun.Cleo mendongak, matanya berkilat liar menelusuri lekuk tubuh Syifa yang kini jauh berbeda."Oh, jalang kecil... Waw. Perutmu sudah sebesar itu?" Cleo berseloroh sambil melangkah menaiki satu per satu anak tangga dengan santai, seolah ia sedang berburu mangsa yang terpojok."Aku dengar, agar persalinan normal, kau butuh rangsangan lebih sering. Bagaimana kalau kami membantumu melakukannya? Ya... agar jalur keluar anak haram ini lancar.""Cleo! Tutup mulutmu!" bentak Dewangga. Ia mencoba menerjang maju, namun ditahan. "Ah, Papa... tenaga Papa tidak sebanding dengan kami sekarang. Jangan berlebihan, nanti tulang Papa patah lagi," Zero mencegat Dewangga, tangan kekarnya menahan agar ayah nya tidak melangkah lebih jauh.Zero kemudian menyusul kembarannya, berdiri hanya beberapa langkah di bawah Syifa."Sebelum hamil, kau menggema
Read more