Apa yang dikatakan Rama tadi? Ya, ampun. Sepertinya Rama sudah mengalami gegar otak.Gara-gara emosi karena terus dijodohkan, terlebih Nisa malah ikut campur hingga membuatnya mengatakan hal yang tidak-tidak. "Dimana aku harus mencari perempuan itu?" Rama mengusap wajahnya dengan kasar. Dia jadi bingung sendiri.Sementara seluruh anggota keluarga menjadi terperangah akan ucapan Rama. Pantas saja Rama selalu menolak perjodohan ini, nyatanya ada hati yang tengah ia jaga."Sudah cukup, kan? Sekarang berhenti mencarikan wanita untuknya. Rama sudah memiliki pilihannya sendiri." Ujar Mala."Tapi..." Nisa masih ragu. "Apa mungkin dia berbohong, mas? Rama bisa saja berbohong, kan?"Rangga ikut berpikir. "Baru beberapa bulan dia berpisah dari Anggia, aku juga berpikir tidak mungkin Rama mendapatkan kekasih secepat itu.""Memangnya apa yang kalian ragukan, Rangga, Nisa?" Tanya Mala pada anak dan menantunya. "Kalau Rama punya keka
Read more