Malam turun perlahan di kota itu.Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantulkan cahaya kuning lembut di aspal yang masih menyimpan sisa hangat siang hari. Dari jendela kecil kamarnya, Clara berdiri diam menatap langit yang mulai gelap.Angin malam masuk perlahan melalui celah jendela.Di dalam kamar itu, Clara berdiri memeluk tubuhnya sendiri. Pikirannya kembali ke kejadian siang tadi.Tatapan Raymond—tatapan itu masih terasa jelas di ingatannya—tajam, masih seperti dulu. Jantung Clara kembali berdebar hanya dengan mengingatnya.Ia memejamkan mata sejenak. “Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya…?” gumamnya pelan.Ia berjalan menuju meja kecil, lalu duduk di kursi kayu. Di atas meja itu terdapat beberapa buku-buku, sebuah pulpen, dan secarik kertas yang dilipat rapi.Clara menarik kertas itu pelan—surat kontrak kerja dari Hotel Genio.Ia membukanya kembali, membaca kalimat yang sebenarnya sudah ia hafal.Jika karyawan mengundurkan diri sebelum masa kontrak selesai, maka
Read more