Tanah masih bergetar di bawah kaki mereka. Getaran itu menjalar melalui papan-papan kayu rumah tua yang sudah rapuh dimakan usia. Dinding berderit, kaca jendela bergetar keras, dan debu berjatuhan dari langit-langit seperti hujan abu yang tidak pernah diundang.Clara memeluk tubuh Kakek Charly yang terbaring lemah di hadapannya. Wajah pria tua itu pucat seperti kertas, bibirnya mengering, sementara napasnya terdengar pendek dan berat, naik turun dengan susah payah.Tangan Clara gemetar ketika menggenggam tangan keriput itu. “Tapi… bagaimana dengan Kakek?” suara Clara pecah lirih, hampir tenggelam oleh dentuman dari luar.Di luar rumah, kekacauan semakin menjadi. Teriakan warga terdengar bersahut-sahutan, bercampur dengan suara sirene peringatan yang melengking panjang di kejauhan. Dari arah bukit, dentuman keras terus menggema, membuat tanah kembali bergetar setiap beberapa detik.Thomas berdiri di ambang pintu dengan tubuh tegang. Ia menatap keluar melalui jendela yang bergetar kera
Read more