Perlahan, Raymond menundukkan kepala. Bayangan wajah Clara melintas begitu saja—tatapan matanya yang penuh luka, suaranya yang bergetar, dan kata-kata dingin yang ia ucapkan sebelum pergi.Untuk pertama kalinya dalam hidupnya—Raymond benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.***Malam itu, mobil hitam panjang miliknya meluncur perlahan memasuki halaman mansion. Lampu-lampu taman menyala redup, memantulkan bayangan panjang yang sunyi di atas jalan setapak batu. Pintu mobil terbuka.Ia keluar tanpa sepatah kata pun. Langkahnya berat, tidak lagi tegas seperti biasanya. Para penjaga menunduk hormat. “Tuan.”Namun Raymond hanya berjalan melewati mereka begitu saja, tanpa melirik, tanpa memberi reaksi, seolah dunia di sekitarnya sudah tidak lagi penting.Pintu utama pun terbuka.Begitu ia melangkah masuk, kehangatan rumah menyambutnya—aroma kayu, kopi, dan sesuatu yang familiar. Biasanya ia tidak pernah peduli dengan hal-hal seperti itu, tetapi malam ini, semua terasa kontras… terlalu kon
Read more