Jennifer meletakkan dokumen itu di meja, lalu menatap Clara dengan lebih tajam.“Pertama,” katanya datar, “siapa namamu?”Clara menelan ludah. “Clara.”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan pelan, seolah ingin menjaga jarak dengan masa lalunya. “Tapi… panggil saja saya Amanda.”Jennifer menatapnya beberapa detik, seolah mencoba membaca sesuatu dari balik wajah tenang itu.“Baiklah,” katanya singkat. “Amanda.”Ia mengambil sebuah kertas lain dari meja. “Sekarang kita mulai.”Clara merasakan telapak tangannya sedikit berkeringat. Ia meremas ujung roknya di bawah meja agar tidak terlihat.Jennifer menyilangkan tangan di depan dada. “Katakan padaku,” katanya dingin, “apa yang akan kau lakukan jika seorang tamu hotel datang dengan marah karena kamarnya tidak sesuai dengan pesanannya?”Clara terdiam beberapa detik, jantungnya berdetak lebih cepat. Namun kemudian ia menarik napas pelan.“Saya akan meminta maaf terlebih dahulu, Bu,” jawabnya hati-hati. “Saya akan mendengarkan keluhannya tanpa
더 보기