Leo membantu Aurora untuk bangun dan bersandar di kepala ranjang. Gadis itu terlihat lemas, pucat, dan tidak berdaya.Suhu tubuhnya belum juga turun. Sebab, Aurora belum minum obat.“Makan dulu buburnya setelah itu minum obat biar panas kamu turun,” ujar Leo dengan pelan.“Nanti saja, Om. Aku masih kenyang,” tolak Aurora dengan halus.Ia sama sekali tidak berselera untuk makan, lidahnya terasa pahit.“Saya suapin. Kamu jangan menolak ini demi kesembuhan kamu,” desak Leo dengan tegas.“T-tapi—”“Aurora!”Tangan Leo sudah menyodorkan sendok berisi bubur di mulut Aurora.Leo menatap tajam ke arah Aurora hingga mau tak mau Aurora menurut dan membuka mulutnya menerima suapan dari Leo.Aurora meringis menelan bubur itu dengan susah payah. “Pahit, Om,” gumam Aurora.“Paksa, Aurora. Saya tahu kamu belum makan sejak pagi, kan? Jangan m
Last Updated : 2026-02-01 Read more