Seminar sudah selesai, Leo memutuskan untuk beristirahat di kamar hotel sejenak. Ketika ia membuka pintu kamarnya, ada Aurora yang terlihat ragu untuk mengikuti.Lorong hotel ini sangat sepi, hanya ada mereka berdua. Dan ketakutan Aurora semakin menjadi ketika pintu kamar itu sudah terbuka lebar.“O-om, seminarnya sudah selesai. A-aku pamit pulang duluan ya, Om,” celetuk Aurora dengan gugup.Leo barbalik arah, menatap Aurora dengan ekspresi datar dan dinginnya.“Siapa yang mengizinkan kamu untuk pulang duluan tanpa saya?” tanya Leo dengan tegas.Kedua tangannya menyilang di dada, terkesan angkuh dan mengintimidasi Aurora.Gadis itu memainkan kukunya. “T-tapi kan pekerjaanku sudah selesai, Om. Dan Om bisa istirahat di sini,” protes Aurora dengan nada takut-takut.Tatapan Leo seperti ancaman, jantungnya berdetak kuat, sangat tidak aman untuk dirinya sendiri. Apalagi ketika Leo maju selangkah, semakin dekat hampir tidak berjarak dengan dirinya.“Saya tidak mengizinkan kamu untuk pulang,
Read More