MasukSetelah berkata seperti itu, Aurora menatap suaminya dengan cemas. Ia menelan ludahnya dengan kasar, ia benar-benar sangat ketakutan.Aurora tidak bisa berpikir dengan jernih untuk sekarang, dengan tangan gemetar Aurora menggenggam tangan Leo.Dapat Leo rasakan tangan istrinya dingin dan berkeringat.“Sayang, kamu percaya sama Mas, kan? Mas sudah tidak cinta lagi sama dia. Mas tidak akan kembali dengan Emma walaupun wanita itu banyak melakukan berbagai rencana untuk memisahkan kita misalnya, Mas tidak akan percaya dan tidak akan mau kembali kepadanya. Sekarang yang Mas cinta hanya kamu, Sayang. Bukan Emma! Bukan wanita tukang selingkuh seperti dia,” jelas Leo mengelus tangan Aurora lembut.Leo paham ketakutan istrinya. Ia juga heran dengan kedatangan Emma yang tiba-tiba ke rumah sakit dan ingin menemuinya, semua itu sudah membuat dirinya sangat curiga.“Kamu tenang saja ya, Sayang. Mas akan menyelidiki ini sebelum Emma melakukan sesuatu terhadap rumah tangga kita,” ucap Leo menenangka
Emma berhasil lepas, ia menghentakkan kakinya dengan kesal. Tangannya terkepal dengan erat, ekspresi wajahnya dipenuhi rasa amarah dan kebencian.“Dasar berengsek! Berani sekali mereka mempermalukan aku di sana! Arghhh… Sialan kamu, Shopia! Begini perbuatan kamu ke Mama sekarang. Jangan salahkan Mama jika nanti Mama berbuat sesuatu kepadamu,” gumam Emma dengan sangat kesal.Emma terus ngedumel sepanjang jalan. Sungguh sangat sial ia hari ini, tidak bertemu dengan Leo berakhir malah dipermalukan oleh anaknya sendiri.Ia tidak terima jika Shopia sudah menikah dengan Raja. Bagaimana mungkin mereka saling mencintai, dadanya panas mengingat semuanya.“Mereka menikah tidak meminta izinku terlebih dahulu. Sampai kapan pun aku tidak akan memberikan restu,” ucapnya dengan pelan dan sangat tajam.Sedangkan Shopia tampak sangat lega ketika mamanya sudah dibawa pergi. Ia menghela napas dengan lega, tetapi tak lama ia meringis karena perutnya terasa kram.“Sayang kamu gak apa-apa, kan?” tanya Raja
Amarah Shopia memuncak, ia berani berkata seperti itu kepada Emma karena kesal dengan ucapan mamanya yang terus merendahkan suaminya.“Berani sekali kamu menghina Mama, Shopia! Anak kurang ajar kamu. Begini didikan papa dan suamimu, hah?” bentak Emma dengan emosi.Shopia tertawa sumbang, seakan merasa geli dengan ucapan mamanya. “Loh bukannya ini didikan dari Mama ya? Kok sekarang Mama yang tidak terima? Jangan terus menyalahkan orang lain jika yang gagal menjadi orang tua itu adalah Mama,” jawab Shopia sangat menohok hati Emma.Dada Emma berdenyut sakit mendengar perkataan anaknya sendiri yang terus-menerus menyalahkan dirinya.Tangan Emma sudah melayang di udara, siap menampar Shopia.“Berani sekali ka—argh…”Tangan Emma dicekal oleh Raja dan meremasnya dengan kuat hingga Emma mengerang kesakitan.“L-lepas.”Emma memberontak, berusaha melepaskan tangannya tetapi semakin ia berusaha melepaskan diri, semakin kuat juga cekalan Raja kepadanya.“Pergi dari sini jangan ganggu istri saya a
“Shopia.”Tubuh Shopia mematung mendengar suara yang memanggil dirinya. Tangannya terkepal dengan erat, antara rasa rindu, benci dan emosi menjadi satu mengumpul di dadanya.Untuk memastikan pendengarannya Shopit menoleh, matanya membelalak terkejut, tetapi itu tidak berlangsung lama. Sebab, ia sudah menduganya sejak awal.“M-mama,” gumam Shopia memanggil sebutan mama dengan suara yang sedikit gemetar.Tak disangka ia akan bertemu dengan Emma di rumah sakit ini. Ada keperluan apa mamanya datang ke sini?Bukankah Emma sudah pergi ke luar negeri bersama selingkuhan? Tetapi sekarang kenapa wanita itu sudah kembali?“Mau apa Mana ke sini?” tanya Shopia dengan waspada.Raja yang ada di sampingnya seketika maju ke depan untuk melindungi sang istri.Emma mengernyitkan dahinya melihat Raja yang menyembunyikan Shopia dari dirinya.“Minggir kamu Raja! Saya ingin bertemu dengan anak saya!” perintah Emma berlagak seperti dulu yang masih memiliki kuasa atas semua bodyguard Leo.Raja sama sekali ti
Aurora merasakan sedikit sakit pada miliknya setelah Leo berhasil masuk dengan sempurna.Leo berhenti sejenak, ia menatap mata istrinya dengan dalam. Sudah lama mereka tidak melakukannya dan ini rasanya seperti baru pertama melakukannya.Leo menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya. “Masih sakit, Sayang?” tanya Leo dengan pelan.Napasnya menderu terasa panas mengenai kulit Aurora.Aurora menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Sudah gak, Mas. Bisa bergerak sekarang tapi pelan-pelan ya,” jawab Aurora sambil memperingati suaminya agar tidak bergerak terlalu cepat.“Iya, Sayang.”Setelah mendapatkan izin dari istrinya Leo mulai bergerak dengan perlahan, sambil mengamati ekspresi istrinya yang tampaknya mulai menikmati percintaan mereka untuk pertama kalinya setelah Aurora melahirkan.“Aaahhh…”Desahan Aurora terdengar hanya di telinga Leo. Suaranya tertahan takut mengganggu tidur Alvaro.Aurora menggigit bibir bawahnya, desakan di bawah sana semakin membuat dirinya tidak tahan.
Mendengar pertanyaan dari suaminya tiba-tiba Aurora merasa gugup, ia menelan ludahnya dengan kasar. Tangannya mengepal dengan erat.Bukan karena takut. Namun, ia deg-degan dan takut jika Leo sudah tidak tertarik lagi dengan dirinya setelah ia melahirkan.Tubuhnya berubah dan ia takut Leo tak akan puas dengan dirinya.“Boleh gak, Sayang?” tanya Leo dengan suara beratnya—pertanda ia sudah bergairah apalagi tatapan matanya sudah menggelap menatap Aurora.“Kenapa diam saja, Sayang? Apa kamu keberatan jika Mas menyentuhmu sekarang?” tanya Leo memastikan.Aurora kelagapan, mana mungkin ia keberatan ia hanya takut tubuhnya tidak menarik dulu di mata Leo.“B-bukan begitu, Mas. B-boleh kok. A-ku hanya gugup saja,” jawab Aurora terbata-bata.Leo tersenyum tipis melihat langsung bagaimana kegugupan Aurora saat ini.Pria itu menarik tubuh Aurora hingga merapat pada tubuhnya. “Benar kamu merasa tidak terpaksa melayani Mas untuk hari ini hmm?” tanya Leo sekali lagi untuk memastikan ucapan istrinya.







