“Kael, kamu lama sekali. Aku dan Elowen sampai kelaparan menunggumu,” sahut Julia begitu Kael tiba di ruang makan. Kael mengangguk samar seolah meminta maaf kemudian melirik Elowen yang duduk di seberangnya. Wanita cantik itu sedang melihat ke arahnya. “Kamu tidak perlu menungguku hanya untuk makan, Elowen,” ucapnya kemudian. “Tadi Bibi juga sudah bilang seperti itu, Kael. Namun, Putri Elowen bersikeras menunggumu,” sahut Julia. Elowen mengangguk membenarkan pernyataan Julia. “Sebenarnya aku tidak menunggu kamu untuk makan, melainkan untuk menjawab pertanyaan tadi.”Kael tersenyum. Kini perhatiannya seketika terarah hanya ke wanita yang duduk di seberangnya. “Baik, apa jawabannya?”Kael bertanya sambil menautkan kedua tangan di atas meja dengan mata yang menatap lembut. Elowen membalas perlakuannya dengan manis. Setelah terdiam beberapa saat, Elowen bersuara. “Aku tidak keberatan.”Kael terdiam sejenak, netra coklatnya mengerjap beberapa kali kemudian mengangguk dengan sudut ke
Terakhir Diperbarui : 2026-02-27 Baca selengkapnya