"Aku ingin langsung tidur, Rhea," ucap Elowen begitu tiba di kamar. Rhea mengangguk dan tergesa menyiapkan tempat tidur untuk Elowen. Beberapa kali Elowen terlihat menghela napas. Bahunya naik turun dengan teratur dan kadang disertai dengan decakan kasar. Rhea memperhatikan ulah Elowen dengan sudut matanya. "Apa semua baik-baik saja, Putri?" tanya Rhea. Elowen menoleh, mengulum senyum kemudian mengangguk. "Iya, semua baik saja. Aku hanya kesal dengan Livia."Rhea terdiam dan memperhatikan Elowen dengan saksama. "Memangnya dia ada masalah apa denganku hingga selalu mengintimidasiku setiap bertemu."Rhea terdiam sejenak, kemudian ia ingat cerita Pina soal hubungan Kael dan Livia. "Mungkin Nona Livia cemburu pada Anda, Putri."Elowen melihat Rhea dengan tajam. "Cemburu?"Rhea mengangguk. "Iya, Putri. Saya pernah dengar dari Pina jika Nona Livia sudah lama mempunyai hati ke Jenderal. Bisa jadi sikapnya ini karena dia cemburu k
Terakhir Diperbarui : 2026-03-03 Baca selengkapnya