Ruang senat Valtoria dipenuhi gema langkah para bangsawan yang datang satu per satu, mengenakan jubah kebesaran dengan warna dan lambang keluarga masing-masing. Pilar-pilar marmer menjulang tinggi, memantulkan cahaya mentari, seolah ikut merasakan ketegangan yang menggantung di udara.Hari itu bukan sidang biasa. Hari itu adalah penentuan arah takhta.Di kursi kehormatan, Livia duduk dengan anggun, wajahnya tenang namun matanya menyimpan kilatan kemenangan yang tak berusaha ia sembunyikan. Di sisi lain, Tuan Tiberon berdiri tegak, dagunya terangkat, seolah dunia memang sudah seharusnya tunduk pada keputusan yang akan diumumkan hari ini.Sudah hampir dua minggu Kaisar Vorentis absen dari sidang dan urusan pemerintahan. Ada rumor yang beredar jika Kaisar Vorentis sudah kehilangan akal sehat. Ia sering mengalami delusi, memanggil nama Kael, Kaisar August dan semua pendahulunya.“Kaisar tidak datang?”“Tidak. Sepertinya dalam waktu ce
Read more