Aula Senat Valtoria dipenuhi cahaya.Pilar-pilar marmer menjulang tinggi, dihiasi kain merah keemasan yang melambangkan kejayaan kekaisaran. Barisan bangsawan, jenderal, dan anggota senat berdiri rapi, mengenakan pakaian terbaik mereka. Hari itu adalah hari besar, hari penobatan kaisar baru.Namun, di balik kemegahan itu… terselip duka yang tak bisa disembunyikan. Di singgasana utama, kursi Kaisar Vorentis tetap berdiri megah, kosong. Hening sesaat menyelimuti ruangan ketika nama sang kaisar lama disebut.“Karena kondisi Yang Mulia Kaisar Vorentis yang hingga kini belum siuman…”Suara Tuan Tiberon, ketua senat menggema, berat, penuh tekanan.“...maka, demi menjaga kestabilan dan kelangsungan Kekaisaran Valtoria, penobatan penerus sah akan dilaksanakan hari ini.”Beberapa kepala tertunduk. Sebagian menutup mata, menahan kesedihan.Namun tidak semua.Di antara kerumunan itu, Livia berdiri den
Read more