“ODORES!! Jangan lancang kamu!! Jangan dipikir karena tidak ada Kael, aku akan diam saja saat kau menindas Elowen!” sentak Remus.Odores hanya tersenyum miring, sedangkan Elowen terlihat lebih tenang menghadapinya.“Anda menginginkan saya?” ulang Elowen.“ELOWEN!! Jangan gila!! Abaikan ucapannya!! Kalau sampai dia berani menyentuhmu, akan aku potong tangannya!!” Remus kembali memberi ancaman.Sekali lagi Odores menyeringai. Elowen hanya diam melihat reaksinya.“Saya tidak akan sebodoh itu, Remus,” ucap Odores kemudian.Remus berjalan mendekat, menggendong Eryndor dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam pedang. Siap menarik pedangnya setiap saat.“Lalu … apa maksud ucapanmu tadi?”Odores terdiam sejenak, menunduk sambil menarik napas perlahan. Belum sempat Odores bersuara, tiba-tiba seorang wanita tua berambut panjang datang menghampiri mereka.
Read more