“Kael? Apa yang Anda maksud Jenderal Kael?” tanya pria itu.Matanya melebar dengan wajah tegang menatap Livia bergantian ke Varro. Livia membalas tatapannya dengan dingin.“Ya. Memangnya siapa lagi?”“Bukannya dia sudah diasingkan. Dibuang.”Livia berdecak.“Ya, benar. Aku hanya berjaga-jaga jika suatu saat ia kembali. Itu sebabnya, aku butuh dukungan kalian.”Pria itu terdiam, melirik Varro. Namun, jenderal muda itu tidak memperhatikan reaksinya.“Aku akan membayar mahal. Kalaupun dia tidak muncul, kau dan anak buahmu akan untung banyak.”Pria itu terdiam, seperti sedang berpikir. Kemudian tak lama sudah memberi jawaban dengan anggukkan kepala.“Baik, kami bersedia.”Livia tersenyum lebar, menoleh ke Varro.“Siapkan segala sesuatunya, Jenderal. Jangan lupa juga, beri mereka bayaran dan segera bawa ke Valtorium!!”&ld
Read more