Kael masih berdiri menatap kapal yang membawa Vertex berlayar. Angin laut musim dingin menerpa wajah Kael. Sebuah senyuman terus terukir di wajah tampannya. Ia tidak menduga semua kejadian dalam hidupnya saling terhubung. “Apa Yang Mulia masih ingin bertahan di sini?” Sebuah suara lembut membuyarkan lamunan Kael. Ia menoleh dan melihat Elowen mendekat ke arahnya bersama Eryndor dalam gendongannya. “Ayo, kita pulang!!” Kael merengkuh Elowen dan meminta Eryndor dari gendongannya. Bocah kecil itu selalu kegirangan setiap berada dalam pelukan ayahnya. “Apa kita jadi ke Asterra?” tanya Elowen begitu kereta sudah bergerak. Kael mengangguk. “Ya. Kita akan ke Asterra.” Perjalanan menuju Asterra tidak memakan waktu lama. Hanya beberapa jam saja. Meski demikian, sepanjang perjalanan, wajah Elowen terlihat jauh lebih hidup dibanding biasanya. Ia terus memandangi pemandangan di luar jendela kereta. Hutan bersalju, perbukitan. Dan jalan-jalan lama yang dulu pernah ia lewati bersama ayahnya.
Read more