Nirmala berlutut di depan lapangan utama. Rasanya seperti mengulang kembali saat ia dan Mega dihukum dulu. Bedanya, kini Nirmala ditemani Anila.Ada penyangga lutut di bawah kakinya, sehingga tidak merasa sakit. Anila juga membawa makanan dan minuman sehingga Nirmala tidak kelaparan. Selama ratu tidak mengetahuinya, Nirmala yakin tidak akan dimarahi.Ternyata benar, kalau kita memiliki kekuasaan atau harta, meski dihukum di penjara pun, akan mendapat perlakukan istimewa. Betapa tidak adilnya dunia ini.“Apa Tuan Putri kedinginan? Saya akan mengambil baju hangat ke paviliun,” ucap Anila melihat Nirmala memeluk tubuhnya sendiri.Meski tidak hujan, semakin malam udara semakin dingin. Angin berhembus cukup kencang, dinginnya langsung menyentuh permukaan kulit.Akan tetapi, belum sempat Nirmala menyahut, seorang dayang datang menghampiri mereka. Dayang itu menyerahkan sebuah jubah tebal kepada Nirmala.“Ini dari Putra Mahkota,” ucap dayang itu singkat.Saat menerima jubah itu, Nirmala berk
Baca selengkapnya