Di pemukiman, Nirmala masih menunggu Arya. Luka di punggungnya sudah sembuh, ia ingin segera kembali ke istana agar bisa selalu bersama Arya. Seperti janjinya saat nyawanya terancam di lautan, ia akan bersikap baik pada lelaki itu jika kembali ke istana.Tanpa Nirmala ketahui, di istana, tepatnya di pacuan kuda, dua lelaki sedang bertarung untuk menyelamatkan egonya masing-masing. Putra Mahkota sudah duduk di atas kuda kesayangannya.“Bagaimana jika aku yang menang? Apa yang akan kamu pertaruhkan, Pangeran?” tanyanya pada Arya. Mereka sudah berada di atas garis awal. Siap memacu kudanya masing-masing.Arya menyeringai tipis. Rupanya Putra Mahkota mau menerima tantangan darinya. Hanya demi seorang Nirmala. Namun, ia tidak akan membiarkan Putra Mahkota menang.Pupu tampak gelisah, seolah-olah merasakan aliran amarah yang membara di tubuh tuannya. Arya mengelus leher kuda itu dan berkata, “Tenanglah, Pupu. Kita pasti akan memenangkan pertandingan ini.”Putra Mahkota bergeming. Ia menung
Baca selengkapnya