Share

#235 Rindu Atau Manis?

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-05-02 16:43:53
Tili juga menggenggam semakin erat, tapi tidak sanggup mengucap apa pun. Lehernya tercekat dan sudah hampir terisak.

"Itu... itu tidak mungkin," bisik Julian dengan bibir gemetar. "Adrian… Adrian bersama Serilda... istriku ditemukan… memeluknya."

Perlahan Bryan menyentuh lengan Julian. “Saya sudah menjadi mata Anda selama sepuluh tahun lebih, Your Grace.” Tubuh dan suara Bryan bergetar bersamaan.

“Saya… melihat Sir Darian. Meski sulit, saya mengenali wajahnya… saya tidak percaya… tapi Lady Tili
aisakurachan

kalian malah pacaran lagi 🙂🙂 satu lagi ya, ga bisa lebih 😂

| 10
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
hayo..malah pacaran...kegap papa..bisa langsung diresmikan
goodnovel comment avatar
Yanti
hayoloh siapa tuh. Lio jangan kasih bensin, nanti malah terbakar sendiri..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #279 Keluarga Atau Politik?

    Roderick meletakkan pena sebelum genangan tintanya menjadi noda besar di atas rangkuman berharga itu.“Tidak bisa, Ibu. Perjanjian ini untuk Lunaris.”“Jangan bodoh! Bagaimana mungkin kau memberikan perjanjian sebesar ini kepada Lunaris?” Arielle mengetuk meja. “Kau tahu bagaimana keadaan Montclair! Kita memerlukannya.”“Ibu yang memerlukannya.” Roderick masih membalas dengan tenang meski menentang. Ia tentu tahu benar keadaan keluarga dari pihak ibunya itu. Montclair adalah Duchy terluas di Lunaris, memiliki lahan pertanian tersubur dan padang untuk ternak terluas. Itu yang membuat Montclair menjadi sangat makmur. Tapi sepupunya yang menjadi penguasa Montclair terakhir tidak amat cakap.Roderick tidak pernah ikut campur jadi tidak amat paham masalahnya, tapi terakhir berkunjung ke sana, Montclair tidak lagi terlihat amat cerah seperti dulu. Tidak sampai kumuh—bahkan bertahan melewati gempa tanpa kelaparan, tapi tidak bisa dikatakan makmur juga.“Kau juga Montclair. Adalah tugasmu un

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #278 Bantuan Atau Bisnis?

    Roderick menatap dokumen gulungan berstempel emas asing di atas mejanya dengan mata berbinar-binar. Ia sudah mengulang membaca penjelasan dalam gulungan itu tapi masih sulit percaya."Tiga ratus persen," gumam Roderick. Jumlah yang fantastis, karenanya ia tidak bisa mencerna dengan benar. "Keuntungan tiga ratus persen dalam satu tahun."Di hadapannya, seorang pria paruh baya dengan pakaian sutra mewah khas saudagar dari benua seberang membungkuk hormat. Kulitnya yang segelap kayu eboni berpadu kontras dengan jubah emas dan perhiasan zamrud yang menghiasi lehernya. "Benar, Yang Mulia," ucap saudagar itu dengan nada meyakinkan. "Hak eksklusif pembangunan rute dagang rempah dan sutra di teluk timur ini hanya kami tawarkan kepada Lunaris.” Pria yang memperkenalkan diri dengan nama Baraka itu tersenyum ramah.Dari pembawaannya, ia adalah saudagar yang sudah sangat berpengalaman. Roderick juga sudah melihat surat rekomendasi dan perkenalan dari berbagai kerajaan di sekitar Lunaris. Untuk

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #277 Diam Atau Membalas?

    "Kenapa?!" tuntut Tili, suaranya bergetar karena emosi. "Kalian punya bukti di tangan! Kenapa membiarkan wanita itu lolos lagi?!"Darian tidak menjawab rentetan kemarahan adiknya. Ia berjalan mendekati meja, mengabaikan tatapan membunuh Tili, dan menulis sesuatu dengan cepat untuk ditunjukkan pada Bryan."Lord Adrian memutuskan untuk menyimpan para saksi itu di penjara bawah tanah," Bryan membacakan pesan itu dengan nada hati-hati. "Beliau yang akan mengurus mereka. Bukti ini hanya akan dipakai saat nanti ada waktu yang benar-benar tepat."Darian kurang lebih mengumumkan kalau keputusannya sama dengan Julian.“Baiklah. Itu juga bagus.” Julian memutuskan begitu saja.BRAK! Tili tidak tahan, menggebrak meja dan bangkit berdiri. Menunjuk ayahnya dan Darian bergantian.“Kau… sama saja?” Napas Tili memburu. Kekecewaan tergambar jelas di wajahnya—karena tidak ada yang mendukung keputusannya.“Kenapa begitu?! Ayah! Apa—ada denganmu?!” Ia sama sekali tidak mengerti kenapa mereka harus melewa

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #276 Bukti Atau Kesempatan?

    Kereta kuda yang membawa Cal, Tili, dan Darian—beserta "kargo" tawanan mereka—tiba di kastil Fellmor saat fajar baru saja menyingsing. Untuk perjalanan itu, mereka tidak menginap untuk beristirahat. Hanya beberapa kali berhenti untuk mengganti kuda. Tili yang ingin segera sampai—dan yang lain tidak akan ada yang bisa membantah.Darian melambai pada Lloyd yang kembali ikut dalam perjalanan itu sambil menunjuk kereta berisi tawanan.“Tentu, My Lord.” Tidak perlu kata, Darian ingin semua tawanan diseret ke penjara bawah tanah kastil.“Jangan sampai ada yang mendekati mereka.” Cal memberi pesan tambahan. Ia tidak ingin ada ‘kecelakaan’ yang membuat mereka mati dengan tiba-tiba.“Baik, Pangeran.” Lloyd membungkuk lagi, lalu berlari kecil untuk mengarahkan perintah itu pada anak buahnya.“Aku akan meminta makanan hangat.” Lio mendahului mereka masuk, untuk mencari Hilda karena mereka semua memang membutuhkan istirahat dan makanan yang layak setelah lebih dari sehari semalam berada di jalan

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #275 Sendiri Atau Bersama?

    Deretan gerobak kayu berisi bubuk bahan baku murni sudah tertata rapi di area transit yang remang-remang. Pabrik sudah kosong dan sepi. Tidak ada suara apa pun selain angin malam yang menyusup lewat celah ventilasi.Namun, pabrik itu tidak benar-benar kosong.Tinggi di atas sana, bersembunyi di balik bayang-bayang balok kayu penyangga atap, Darian bertengger tanpa suara. Jubah gelapnya menyatu sempurna dengan kegelapan. Ia telah kembali ke habitat aslinya: tidak lagi sebagai scion. Matanya yang tajam mengawasi lantai pabrik layaknya pemburu yang menunggu mangsa. Ia tidak melepaskan pandangan dari pintu. Menunggu menyebalkan, tapi Darian sudah biasa bersabar untuk tugas semacam itu.Lewat tengah malam, suara derit pelan pintu belakang pabrik memecah keheningan.Seseorang mengendap-endap masuk. Ia mengenakan penutup kepala dan membawa sebuah karung goni kecil di pundaknya. Si penyusup berjalan waspada, menoleh ke kanan dan ke kiri. Merasa aman, ia mendekati deretan gerobak bahan baku y

  • Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?   #274 Tercekik Atau Terbuka?

    “Nanti kau akan mengerti. Tugasmu… Oh… aku tidak boleh memberi tugas pada Scion.” Cal langsung meralat, kebiasaannya memberi perintah pada Darian tidak mungkin bisa hilang dengan cepat.Darian memutar mata, dan menyikut perut Cal sekeras mungkin. Bukan saatnya membahas hierarki—urusan pengkhianat itu lebih penting.“Aw… Sabar!” Cal mendesah sambil mengusap pinggangnya. “Nanti kau akan punya kesempatan melampiaskan kejengkelan. Jangan padaku.” Cal lalu menarik Darian ke gudang bahan. Ia perlu menimbang bahan baru, dan memakai kesempatan itu untuk menjelaskan juga pada Darian tentang komposisi pengolahan graphite yang tepat.Saatnya untuk menurunkan ilmu itu padanya.***Menjelang sore, Cal mengumpulkan seluruh pekerja pabrik di lantai dasar. Wajahnya tampak pucat, lelah, dan sedikit putus asa."Dengarkan aku!" seru Cal dengan suara lantang yang memantul di dinding pabrik. "Kita membuang ratusan batang graphite hari ini, dan itu kerugian yang masif. Tapi kita baru saja mendapat pesanan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status