Lampu minyak di kamar bayi sudah mulai meredup, menyisakan keremangan yang menyesakkan bagi Aurelia. Di luar, fajar belum juga menyingsing, namun sang Ratu sudah duduk tegak di kursi goyang dengan mata yang terasa seperti ditusuk ribuan jarum kecil.Laurent baru saja berhenti menangis setelah hampir dua jam terjaga, namun setiap kali Aurelia mencoba meletakkannya kembali ke ayunan ek hitam itu, suara rengekan kecil kembali memecah kesunyian.“Tidurlah, Sayang. Tolong, tidurlah kali ini saja,” bisik Aurelia, suaranya parau dan bergetar karena kelelahan yang luar biasa.Pintu kamar terbuka dengan suara gesekan yang sangat halus. Madame Greta, perawat kepala yang telah mengabdi pada tiga generasi klan Valen, masuk dengan langkah mantap. Wajahnya yang kaku tampak tidak terpengaruh oleh jam tidur yang kacau.“Yang Mulia Ratu, Anda sudah terjaga sejak lonceng tengah malam. Berikan Pangeran kecil kepada saya. Anda harus beristirahat sebelum pertemuan dewan pagi ini,” ujar Greta, mengulurkan
Baca selengkapnya