Pria bercadar itu membantu Allea bangun."Kamu tidak apa-apa?" "Tidak apa-apa, " jawab Allea yang masih ketakutan. Penjahat itu sudah lari terbirit-birit karena kalah."Terima kasih bantuannya. Ini ada sedikit uang untuk uang," kata Allea."Simpanlah, aku tidak membutuhkan uangmu. Naiklah ke kudaku. Aku antar pulang," kata pria bercadar."Tidak, aku jalan sendiri saja. Maaf, aku tidak terbiasa dengan orang yang tidak ku kenal," jawab Allea.Pria bercadar itu terdiam sejenak. Tatapannya yang hanya terlihat dari celah kain penutup wajahnya mengarah lembut pada Allea.“Jalan menuju rumahmu mulai gelap. Tidak aman,” ucapnya tenang.Allea menggenggam tasnya lebih erat. “Terima kasih atas peringatannya. Tapi aku sudah terbiasa berjalan sendiri.”Ada jeda di antara mereka. Angin sore berembus pelan, membuat ujung cadar pria itu sedikit berkibar.“Aku tidak berniat buruk,” lanjutnya.Allea tersenyum tipis. “Aku percaya. Namun menjaga jarak dari orang asing juga bukan hal yang salah.”Dalam ha
Read more