Gosh menekankan kata sibuk dengan nada yang sarat makna. Kael hanya mengangguk singkat. Wajahnya benar-benar datar, meski di dalam hatinya ia tengah menahan gejolak emosi agar tidak meledak."Terima kasih, Marquis. Keberuntungan tampaknya sedang berpihak pada saya.""Keberuntungan memang penting," ujar Gosh dengan senyum tipis, memperlihatkan deretan giginya yang sedikit kekuningan. "Namun dalam mengelola wilayah, kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan, bukan? Kita membutuhkan ... kejujuran."Ia melangkah lebih dekat ke arah Kael. Gosh harus sedikit mendongak karena tubuh Kael jauh lebih tinggi, tetapi aura intimidasi yang ia pancarkan sama sekali tidak kalah kuat."Saya baru saja meninjau laporan anggaran militer bulan ini, Duke," katanya. Suaranya cukup keras sehingga para bangsawan di sekitar mereka mulai memasang telinga.Jantung Valeriana berdebar. "Ini dia," batinnya. "Dia mulai memancing.""Oh?" jawab Kael datar. "Apakah ada masalah, Marquis?""Masalah? Belum. Atau mu
続きを読む