Jam dinding berdentang pelan di ruang tamu, menandakan tengah malam telah tiba. Valeriana terbangun dan menggeliat lembut dalam pelukan Kael. Ia membalikkan tubuhnya—sedari tadi ia tertidur membelakangi sang suami, sementara Kael memeluknya dari belakang, dagunya bertumpu di bahu kecil Valeriana, wajahnya terbenam di lekuk leher istrinya.Tenggorokan Valeriana terasa kering. Ia membutuhkan air. Namun di meja kecil di sisi ranjang tak ada gelas maupun teko seperti biasanya. Malam itu ia lupa menyiapkan air agar tak perlu repot berjalan ke dapur saat terbangun.Dengan hati-hati, tangan mungilnya mengusap lengan kekar Kael yang masih melingkar di pinggangnya. Ia melonggarkan pelukan itu perlahan agar pria tersebut tak terbangun. Setelah berhasil melepaskan diri, Valeriana duduk di tepi ranjang, merapikan rambutnya yang kusut serta jubah tipis gaun tidurnya.Sebelum melangkah pergi, ia mengecup kening Kael penuh kasih. “Aku mau ambil minum dulu,” bisiknya pelan.Ia pun bangkit, membuka pi
最終更新日 : 2026-03-01 続きを読む