Kael menghela napas panjang. “Tapi itu seragam kebesaranku, Sayang. Ada lambang serigala perak di bahunya.”“Ganti,” perintah Valeriana mutlak. “Pakai seragam biru laut. Yang ada selempang emasnya.”Kael menatapnya curiga. “Kenapa?”“Karena seragam itu membuatmu terlihat seperti pangeran dalam kisah lama, bukan penjagal medan perang.”Kael terdiam sebentar. Lalu, seperti biasa, ia menurut. Bagaimanapun, ia tidak berani membantah ahli siasatnya sendiri.Pria itu bangkit, lalu mengambil seragam biru laut yang jarang ia kenakan. Seragam itu terlalu rapi, terlalu bersih, dan terlalu anggun untuk seleranya. Tidak ada kesan brutal di sana. Tidak ada aura darah dan perang. Hanya wibawa seorang bangsawan tinggi yang lahir untuk memimpin.Saat Kael mengenakannya, sosok “Anjing Perang” yang selama ini melekat padanya perlahan meredup, digantikan oleh pesona seorang Duke yang tenang, berkarisma, dan berbahaya dengan cara yang lebih halus.Valeriana mendekat, lalu membantu mengancingkan kancing e
Magbasa pa