Musim terus berganti, dan hari-hari yang sebelumnya dipenuhi bau darah, ruang persidangan yang menyesakkan, serta intrik yang seolah tidak pernah berakhir perlahan berubah menjadi rutinitas yang jauh lebih tenang. Kediaman Vallas yang dahulu sibuk oleh laporan perang, utusan dari perbatasan, dan langkah tergesa-gesa para prajurit kini lebih sering dipenuhi suara angin yang berhembus melewati taman dan percakapan ringan saat waktu makan malam tiba. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup di antara medan perang dan tanggung jawab yang nyaris tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat, Kael benar-benar menjalani hari-harinya sebagai seorang duke, seorang suami, dan sebentar lagi, seorang ayah.Kael menjalani hampir seluruh anjuran Tabib Pym tanpa banyak membantah, meskipun sesekali naluri lamanya sebagai mantan panglima perang masih muncul dan mendorongnya untuk menyelinap menuju ruang kerja demi membaca laporan dari wilayah utara atau memeriksa perkembangan para prajuri
Read more