KLIK!Suara putaran kunci baja di pintu ganda mahoni itu terdengar begitu nyaring di dalam kesunyian Paviliun Anggrek Putih.Ling Chenxiao, yang sedang terbaring menyamping dengan punggung penuh perban, menelan ludah dengan susah payah. Matanya tak berkedip menatap sosok Yan Zhiyao yang baru saja memutar kunci ganda dari dalam, memastikan tidak ada satu pun manusia baik itu Zichen, Yanchen, Yize, maupun ayahnya yang menakutkan, yang bisa menerobos masuk dan mengganggu mereka.Setelah mengunci pintu, Zhiyao membalikkan badannya. Gadis itu tidak langsung berjalan mendekat. Ia bersandar sejenak di daun pintu, melipat kedua lengannya di bawah dada, dan menatap lurus ke arah Chenxiao.Tatapan mata pualam itu tidak lagi memancarkan amarah sedingin es atau ejekan seperti saat keluarganya berada di ruangan tadi. Sebaliknya, tatapan itu kini berkabut. Gelap, dalam, dan dipenuhi oleh sebuah intensitas yang membuat napas Chenxiao tersendat.Zhiyao melangkah maju. Sepatu hak tingginya berket
Read more