Sandra membuka matanya. Ia berharap, apa yang telah dilewatinya bukan mimpi semata. Kini, ia menatap sekitar kamar dengan lega. Kamar itu, masih kamar pemberian orang tuanya. Bukan kamar yang biasa ia habiskan bersama Dewantara. Sandra menghela nafas perlahan. lalu beranjak turun dari ranjang. Ia ingin menikmati sore itu bersama orang tuanya. Ayah dan ibunya. Kini, ia telah mematut diri di depan cermin. Perempuan lelah dengan perut yang terlihat lebih membuncit. Tangan Sandra mengusap perutnya perlahan. "Sekarang, kita berkumpul dengan Kakek dan Nenek. Kehidupan kita akan terasa lebih tenang dan nyaman begini, ya kan Nak?" Celana kain lebar dengan tunik batik pemberiam ibunya, cukup elegan menempel di tubuhnya. Sandra terlihat begitu cantik dan elegan. "Sudah gak capek lagi, kan?" Sapa Ratih saat melihat putrinya keluar kamar. Sandra menggeleng lalu duduk di dekat ibunya. Wiryawan dan Ratih, rupanya tengah bersantai di ruang tengah yang berada di ruang terbuka, sambil menunggu S
อ่านเพิ่มเติม