Waktu berjalan tanpa pernah menunggu kesiapan siapa pun, menggelinding bersama malam-malam sepi yang perlahan berubah menjadi fajar yang penuh harapan. Hampir tiga tahun telah berlalu sejak Sandra menginjakkan kakinya kembali di tanah Yogyakarta. Tiga tahun yang dihabiskannya untuk menata kembali serpihan hati yang sempat hancur, merajutnya menjadi lembaran baru yang jauh lebih kuat bersama Aleya, putri semata wayangnya yang kini tumbuh menjadi pelita dalam hidupnya. Mereka masih bertahan di desa yang tenang di pinggiran Yogyakarta. Rumah joglo bernuansa kayu jati milik Wiryawan dan Ratih masih berdiri kokoh, memancarkan atmosfer yang hangat dan sederhana. Tidak ada kemewahan yang berlebihan di sana, hanya aroma kayu tua yang menenangkan, hamparan kebun melati di halaman samping, taman yang asri di halaman depan dan kebun belakang yang penuh dengan sayuran, buah dan binatang ternak. Malam itu, jam dinding kayu menunjukkan pukul delapan malam ketika deru mesin mobil kijang tua milik
Mehr lesen