Langkah kaki Sandra terasa berat tapi bagaimanapun, ia harus menghadapi. Tangannya yang dingin menggenggam erat jemari Aleya, seolah kekuatan terakhirnya bertumpu pada bocah kecil itu. Di sampingnya, Hana berjalan dengan wajah was-was. Di teras joglo, Wiryawan berdiri menyambut kedatangan mereka dengan senyum hangat, sedang Ratih hanya mengangguk di kursi rodanya. Merema tampak santai seolah memang tak ada ketegangan yang terjadi. Hanya saja, sebelum Sandra sempat menaiki undakan tangga teras, sosok tinggi besar di depan mereka sudah bergerak lebih cepat. Dewantara melangkah mendekat. Sepasang mata elangnya yang tadi menatap tajam, mendadak melunak saat beralih pada bocah berambut ikal di samping Sandra. Tanpa memedulikan tatapan kaku dari Sandra, Dewantara berlutut di atas tanah, menyejajarkan tubuhnya dengan Aleya. "Om Ganteng!" seru Aleya spontan, matanya berbinar melupakan ketakutannya di mobil tadi. "Hai, anak pintar," bisik Dewantara, suaranya serak menahan emosi yang membu
Mehr lesen