Pagi itu langit terlihat cerah, meski udara masih menyisakan dingin sisa hujan semalam. Mobil Dirgantara melaju tenang menuju rumah sakit, tidak terburu-buru seperti biasanya. Di kursi penumpang, Sadya duduk bersandar nyaman, sabuk pengaman terpasang rapi, satu tangannya bertumpu di perutnya yang kini semakin jelas membulat.Usia kandungannya sudah menginjak bulan keenam.Perut Sadya tampak lebih berisi, gerakannya lebih terbatas, dan napasnya kini lebih sering diambil pelan-pelan. Dirgantara beberapa kali melirik ke samping, memastikan istrinya terlihat nyaman.“Kenapa, Sayang?” tanya Dirgantara sambil tetap fokus menyetir.Sadya tersenyum kecil. “Nggak apa-apa kok, Mas. Dede kayaknya happy banget diajak jalan-jalan, ya?” Sesekali perempuan itu meringis kecil. “Dari tadi dia nendang terus, deh.”Dirgantara tersenyum mendengar kata Sadya. Sesekali tangan lelaki itu terulur, hanya untuk mengusap perut Sadya dengan lembut. Kemudian, “Dede, senang banget bikin Ibu kaget, ya?”Mobil akhir
Read more