Pagi datang dengan cahaya lembut yang menyusup lewat celah tirai. Sinar matahari jatuh perlahan di sudut kamar, menyentuh dinding, lantai, lalu berhenti di wajah Dirgantara yang masih terlelap. Udara pagi terasa hangat, tenang, berbanding terbalik dengan malam yang penuh emosi semalam.Sayup-sayup Dirgantara mendengar suara alarm. Tangannya terulur ke atas nakas dan memastikan alarm mengganggu tersebut. Kepalanya sedikit berat, tapi dadanya terasa ringan. Ia tidak langsung membuka mata, hanya diam, menikmati rasa hangat di sekelilingnya. Lalu ia menyadari satu hal, lengannya melingkar di tubuh seseorang.Dirgantara membuka mata. Lalu memiringkan tubuh, menatap perempuan itu dengan diam. Wajah Sadya terlihat jauh lebih lembut saat tidur, tanpa beban, tanpa dinding yang biasanya ia bangun saat terjaga. Ada rasa asing yang menyesak di dada Dirgantara, campuran antara kagum, takut, dan sesuatu yang menyerupai tanggung jawab.Malam tadi bukan sekadar tentang kehilangan kendali. Ia tahu itu
더 보기