Sore itu datang dengan langkah yang tenang, menyisakan kehangatan matahari yang belum sepenuhnya turun. Dirgantara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, membiarkan arus lalu lintas Jakarta yang padat mengalir apa adanya. Di kursi penumpang, Sadya duduk sambil memeluk tas kecil di pangkuannya, sesekali menoleh ke luar jendela, menikmati pantulan cahaya sore pada kaca-kaca gedung yang mereka lewati.“Makasih ya, Pak, buat makan siangnya,” ucap Sadya akhirnya, memecah keheningan yang sejak tadi terasa nyaman. “Maaf juga… saya nggak bisa lama-lama. Malam ini ada acara ulang tahun Kelana di Rumah Tumbuh.” Sadya menoleh agar bisa menatap Dirgantara. “Bapak malam ini ada acara, nggak?”Dirgantara melirik sekilas ke arahnya, lalu kembali fokus ke jalan. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya. “Sepertinya… nggak bisa, Dy,” katanya ringan. “Saya harus balik ke kantor karena sore ini ada meeting internal sama beberapa staf.”“Sayang sekali. Padahal kalau Bapak nggak sibuk, Bapak bisa be
더 보기