Sentakan suara itu seketika memutus niat buruk Adam di atas sofa. Gerakan tangan Adam terhenti kaku di udara. Pria berkumis itu tersentak, lalu dengan cepat memutar tubuhnya ke arah datangnya suara. Di bawah cengkeramannya, Vanya yang sudah menangis histeris langsung membuka mata, menatap ke depan dengan penuh harapan telah datang pertolongan untuknya. "Mas Devan...!" pekik Vanya lirih, air matanya luruh kian deras melihat siluet tegap yang sangat ia kenali berdiri dibalik pilar. Devan melangkah keluar dari balik pilar beton dengan langkah yang tenang namun tidak menyembunyikan amarah, melihat sosok buronan yang selama ini ia cari. Di tangan kanan Devan, sebatang besi dongkrak berlumur debu terseret di atas lantai tanah, menciptakan bunyi gesekan yang menyayat gendang telinga. "Jauhkan tangan kotormu dari calon istriku, Adam," desis Devan. Suaranya tidak meninggi, hanya nada dingin yang keluar dari mulutnya. Adam perlahan bangkit berdiri dari atas sofa, merapikan kem
Read more