Pagi itu, udara di lorong Departemen Bedah terasa lebih berat bagi Vanya. Ia hanya tidur tiga jam demi merombak total laporannya hingga detail terkecil. Semalam tepat satu jam kurang delapan menit, Vanya berlari menyusuri lorong menuju kantor Devan untuk menyerahkan laporannya sebelum waktu yang ditentukan. Tapi, laporan itu masih belum memuaskan Devan. Ia memberi satu kali lagi kesempatan pada Vanya agar memperbaikinya dan pagi ini laporan revisi itu sudah harus diterima setelah selesai acara perkenalan Evelyn, di ruangan Dr. Gunawan. "Kan gue udah bilang, perhatiin detailnya. Kita kan udah tiga bulan bareng dr. Devan." Siska yang terlihat lebih segar menopang lengan Vanya yang kurang tidur. "Ya gimana dong, Sis, ini operasi pertama gue, di ruang operasi gue ngga bisa fokus, dr. Devan ganteng banget." Ucap Vanya menyebalkan. Membuat Siska melepaskan pegangannya, dan Vanya terduduk lemas di lantai. "Siskaa!!" teriak Vanya kesal. Saat itulah, aroma parfum bunga yang sangat maha
Last Updated : 2026-01-18 Read more