Malam ini, Vanya baru saja menyelesaikan tugasnya yang melelahkan di IGD. Tapi, ia tidak langsung pulang, langkah kakinya menuntunnya masuk ke dalam kamar perawatan Devan untuk menemaninya. Saat tiba di depan kamar perawatan Devan, Vanya mendorong daun pintu kamar VVIP itu dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Di dalam kamar, lampu utama telah dipadamkan, membuat seluruh ruangan diselimuti kegelapan. Hanya ada sedikit cahaya dari sinar bulan yang masuk lewat celah gorden kaca jendela kamar. Namun dalam kegelapan, sayup-sayup Vanya bisa melihat tubuh Devan yang bergerak gelisah di atas ranjang dalam tidurnya. Khawatir terjadi sesuatu, Vanya melangkah mendekat lalu menyalakan lampu tidur bercahaya temaram di samping ranjang Devan. Begitu semburat cahaya redup itu menyala, Devan seketika tersentak bangun. Napasnya memburu terengah-engah, dengan dada yang naik-turun tak beraturan. "Mas, ini aku, Vanya," bisik Vanya lembut. Dengan sigap, Vanya meraih segelas a
Read more