Suasana di ruang kerja pribadi Damian mendingin hingga ke titik beku.Di bawah lampu kristal yang berpijar redup, Damian berdiri dengan napas yang masih memburu, buku jarinya yang terluka masih menyisakan noda merah milik Raphael.Di depannya, Julian berdiri dengan ketenangan yang menghina, seolah-olah amarah Damian hanyalah hiburan murahan baginya.“Kau sangat egois, Damian. Sampai kapan kau akan memerankan sandiwara ini?” Julian memulai dengan suara yang halus namun tajam seperti sembilu.Damian mendongak dan matanya berkilat penuh kebencian. “Jaga bicaramu, Julian. Jangan sampai kau berakhir seperti Raphael di lantai dapur.”Julian tidak bergeming. Ia justru melangkah maju, membiarkan dirinya masuk ke dalam zona bahaya Damian.“Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau ingin memiliki Revana sepenuhnya, kau ingin menikahinya, kau ingin menjadikannya Nyonya Leonardo, tapi kau terhalang oleh egomu yang setinggi langit karena kematian Ayah.“Kau mencintai putri dari pria yang kau anggap pe
Last Updated : 2026-01-29 Read more