Setelah menaruh kopi kedua di ruang kerja Damian, kini Revana harus menyiapkan sarapan untuk ketiga majikannya yang sudah menunggu sarapan tiba.Dengan kepala tertunduk, dia bergerak dengan langkah seringan mungkin, menata piring-piring porselen di depan Julian dan Raphael.Julian duduk dengan tegak, tangannya memegang tablet yang menampilkan grafik saham yang bergerak fluktuatif.Matanya yang tajam dan sedingin es tidak pernah lepas dari Revana saat gadis itu menuangkan jus jeruk ke gelasnya.Tatapan itu bukan tatapan penuh nafsu, melainkan tatapan analitis yang seolah mencoba menguliti setiap rahasia yang disembunyikan Revana di balik seragam pelayannya.“Kau menumpahkannya sedikit, Revana,” suara Julian terdengar datar, nyaris tanpa emosi.Revana tersentak. Benar saja, setetes kecil jus jeruk berada di pinggiran gelas.“Maafkan aku, Tuan Julian. Aku akan segera membersihkannya.”“Lupakan saja,” potong Julian. Dia kembali menatap layarnya, namun dia menambahkan dengan suara sangat r
Last Updated : 2026-01-19 Read more