Mansion Leonardo tampak lebih sunyi dari biasanya malam itu, hanya deru angin badai yang sesekali menghantam jendela kaca besar.Di dalam kamar utama yang remang-remang, aroma antiseptik bercampur dengan aroma maskulin yang kuat.Damian duduk di pinggiran ranjang dengan kemeja hitamnya yang tersampir di bahu kanan, membiarkan lengan kirinya yang terluka terbuka lebar.Revana berlutut di hadapannya, jemarinya yang ramping bergerak sangat hati-hati membersihkan sisa-sisa darah yang mulai mengering. Sesekali dia meringis, seolah dia sendiri yang merasakan perihnya luka robek tersebut.“Pelan-pelan, Revana. Aku tidak akan mati hanya karena alkohol ini,” ucap Damian dengan nada rendah namun tidak sedingin biasanya.Revana mendongak, matanya yang sembab menatap Damian dengan tajam.“Berhenti bersikap sok kuat, Tuan. Peluru itu hampir merobek ototmu. Jika sedikit lebih dalam, kau mungkin kehilangan fungsi lenganmu.”“Tapi nyatanya tidak, bukan?” Damian menatap wajah Revana yang jaraknya sang
Last Updated : 2026-02-10 Read more