Pernyataan Julian dan tatapan protektif Raphael di aula tadi bertindak seperti bensin yang disiramkan ke dalam api cemburu Damian.Dia tidak lagi peduli pada etika, pada adik-adiknya, atau bahkan pada logika bisnisnya.Baginya, Revana adalah wilayah kedaulatan yang sedang diinvasi, dan ia harus memasang pagar duri yang paling rapat untuk melindunginya.Tanpa sepatah kata pun, Damian menyentak lengan Revana, menyeretnya menaiki tangga marmer dengan langkah besar yang tak terbantahkan.Pintu kamar utama dibanting hingga berdentum keras, dan bunyi kunci yang diputar dua kali menjadi lonceng kematian bagi kebebasan Revana selama dua puluh empat jam ke depan.“Tuan ... tolong, jangan seperti ini,” rintih Revana, lalu tubuhnya terlempar ke atas ranjang king size yang luas.Damian mulai menanggalkan jasnya dan melemparnya sembarang ke lantai, diikuti oleh dasi yang mencekiknya sejak tadi.“Mereka menginginkanmu, Revana. Julian ingin memilikimu dengan otaknya, dan Raphael ingin menjagamu deng
Last Updated : 2026-02-05 Read more