Savian baru saja menandatangani setumpuk dokumen ketika sekretarisnya mengetuk pintu ruang kerja. Wanita itu masuk dengan sebuah amplop berwarna gading yang tampak lebih mewah dibandingkan surat-surat bisnis yang biasa memenuhi mejanya.“Ini baru saja diantar ke kantor, Pak.”Savian mengangguk tanpa banyak perhatian. Namun begitu matanya menangkap nama pengirim yang tertera di sudut amplop, rahangnya langsung mengeras.Anindita Mandala Hutama.Perlahan ia menyandarkan tubuh ke kursi. Sejenak hanya ada keheningan di ruangan luas itu. Jemarinya bergerak membuka amplop tersebut, mengeluarkan kartu undangan dengan desain elegan dan tulisan emas yang mencolok.Undangan pernikahan.Savian membaca setiap kata tanpa melewatkan satu pun detail. Nama keponakannya tercetak besar di bagian tengah kartu, lengkap dengan lokasi acara, susunan rangkaian pesta, hingga daftar tamu kehormatan yang akan hadir.Sudut bibirnya tertarik tipis. Cepat sekali.Beberapa hari lalu ketika wanita itu menyambangi m
Leer más