Sore itu, Mayra berdiri di area kedatangan bandara dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Langit di luar kaca besar terminal mulai berubah jingga, memantulkan cahaya hangat ke lantai marmer yang ramai oleh lalu-lalang penumpang. Sesekali ia melirik layar informasi penerbangan, memastikan tidak ada perubahan jadwal.Tak lama kemudian, dari antara kerumunan penumpang yang keluar, sosok yang dia tunggu akhirnya muncul. Seorang wanita yang kira-kira sepantaran dengannya, berjalan dengan langkah ringan penuh percaya diri, mengenakan sunglasses yang bertengger di kepala, blazer tipis yang stylish, serta koper kecil yang ditarik santai di belakangnya. Gayanya tetap sama yakni mencolok, centil, dan selalu berhasil menarik perhatian orang sekitar.Begitu mata mereka bertemu, senyum keduanya langsung mengembang.“Mayra!” seru wanita itu sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi, seolah takut sahabatnya itu tidak melihatnya.Mayra menggeleng kecil sambil tersenyum tipis. “Dasar heboh!"Saat w
Baca selengkapnya